Sebab Viral Isu Babi Ngepet

Baru-baru ini kita di hebohkan dengan isu tertangkapnya babi ngepet di kelurahan Bedahan Depok. Bahkan viral nya isu babi ngepet sempat menempati trending topic twiter loh?. Mengapa isu babi ngepet ini bisa viral di tengah masyarakat kita? Padahal zaman sudah semodern ini.  Sebagai warga Kota Tangerang Selatan yang menyandang motto ‘Cerdas, Religius dan Modern’ tentunya jangan mudah ikut terpengaruh ya. Bisa-bisa nanti kita diketawain sama bangsa babi guys. Jatuh predikat kita sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang katanya paling cerdas di muka bumi ya guys..hi..hi..

Sebenernya isu-isu klenik mistis seperti ini bisa viral bahkan kemungkinan besar akan terus ada di  masa yang akan datang selama tingkat pemahaman dan cara berpikir ilmiah tidak dibiasakan di masyarakat kita dalam menghadapi persoalan hidup.

Team redaksi tangselpos.com mengulas setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan isu babi ngepet ini bisa viral diantaranya:

  1. Orang Indonesia suka hal-hal yang berbau mistis dan klenik

Fakta sejarah bahwa masyarakat kita sejak jaman dulu menyukai hal-hal berbau mistis/klenik.

Cerita klenik telah akrab dengan kita selama ribuan tahun. Hal ini turun-temurun diwariskan dari masa sebelum kedatangan Hindu Buddha, Islam, Kristen ke nusantara. Masyarakat purba kita menganut animisme dan dinamisme. Selama ratusan tahun pula kita telah mengenal berbagai jenis makhluk halus, dari kuntilanak, tuyul, kalong wewe hingga genderuwo.

Isu klenik sepertinya sudah mandarah daging sulit di hilangkan. Survei neilsen, acara-acara tv berbau klenik selalu masuk dalam urutan Top Rating 10. Salah satunya filem Pengabdi Setan karya Joko Anwar jadi film terlaris, mendatangkan 4,2 juta penonton ke bioskop.

2. Tidak mampu berpikir Logis

Lalu faktor kedua adalah ketidakmampuan masyarakat kita dalam berfikir ilmiah dan rasional. Dalam arti masyarakat kita akal sehatnya masih banyak yang tidak digunakan. Contohnya dalam berita viral babi ngepet tersebut ada seorang emak-emak yang membuat heboh di medsos dengan menuduh tetangganya yang seorang pengangguran tapi kaya. Dia berimajinasi bahwa untuk mendapatkan duit sesorang harus jadi karyawan kerja keluar rumah berangkat pagi pulang malam.

Menurut pakar kebudayaan dan mitologi Jawa asal Universitas Indonesia (UI), Prapto Yuwono. “Dalam teori kebudayaan dan kemasyarakatan, bila seseorang menemui kendala dalam kehidupan sosial ekonomi dan tidak bisa menyelesaikan masalah, maka ia akan mencari suatu kompensasi atau solusi. Karena dalam dunia nyata ia tak menemukan solusi, sehingga mencari di dunia gaib.(sumber liputan6.com)

Prapto Yuwono menekankan, fenomena dunia lain atau gaib seperti babi ngepet, santet, dan lainnya bakal selalu muncul jika kondisi ekonomi, sosial kemasyarakatan, termasuk politik, mengalami kemunduran. Terutama, bagi masyarakat yang berubah menjadi irasional lantaran tak bisa mencari penyelesaian masalah kehidupannya.

Adanya babi ngepet, tuyul, dan santet sudah biasa di zaman Kolonial Hindia Belanda. Tradisi itu muncul karena adanya tekanan-tekanan dalam keseharian atau kehidupan mereka, sehingga lari dari dunia kenyataan ke dunia gaib.

Untuk membentuk pola pikir logis ilmiah dan rasional ditengah masyarakat dibutuhkan peran pemerintah melalui program pendidikan dan penyiaran yang merangsang masyarakat untuk lebih berpikir rasional dalam menyelesaikan setiap permasalahan hidup. Bisa melalui kurikulum pndidikan dan hiburan serta tanyangan yang sehat tidak berbau klenik dan mistis

3. Kurang Melek Digital.

Dalam cerita mitos babi ngepet, saat seseorang menjelma menjadi babi ngepet sang istri harus standby menjaga lilin yang dinyalakan sebagai alat komunikasi antara babi dengan istri apakah operasinya berjalan lancar atau tidak, jika api lilin yang dinyalakan bergerak-gerak artinya sang babi sedang terancam bahaya, si istri penjaga lilin harus segera mematikan lilin agar saat babi terkepung berubah menjadi manusia guna meloloskan diri.

Di era digital sekarang dimana teknologi berkembang cepat, masyarakat yang melek digital bisa mendapatkan uang tanpa harus bekerja keluar rumah jika dia bisa menguasai dan memanfaatkan teknologi ini. Secara rasional orang bisa dapet duit dengan duduk manis jaga leptop dengan berbisnis. Misalnya jualan online, trading forek, membuka konsultasi melalui zoom, menjadi penulis, programmer, graphic design dan lain sebagainya.

Nah dari kejadian isu viralnya babi ngepet ini kita Sebagai warga Kota Tangerang Selatan yang cerdas, religius dan modern cukup tersenyum saja, mulailah budayakan kebiasaan berpikir logis di lingkungan keluarga kita, misalnya tidak menakuti anak kita dengan cerita-cerita hantu, mendampingi anak saat nonton tv, sehingga masyarakat Kota Tangerang Selatan menjadi masyarakat yang cerdas.

0 0 votes
Article Rating

Tinggalkan Balasan

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Contact Us

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x