6 Kue Lebaran Jadul yang Masih Bisa Di Jumpai Di Tangsel

Hari Raya Idul Fitri adalah hari spesial bagi umat Muslim. Hari Idul Fitri dimaknai oleh umat muslim sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT karena umat muslim bisa menyelesaikan Ibadah puasa selama sebulan penuh. Idul Fitri juga dijadikan sebagai ajang membangun tali silahturahim diantara sesama umat. Sebagai ungkapan rasa syukur dalam menyambut tamu yang berkunjung biasanya setiap rumah menyajikan kue-kue yang unik dan lezat.

Hidangan kue yang umum sering kita jumpai biasanya kue Kacang Bawang, Nastar, kue Putri salju, aneka produk jajanan yang dibeli di toko kue seperti biskuit, astor dan lain sebagainya. Namun ada loh..kue kue tradisional jadul yang sudah jarang kita jumpai saat lebaran namun  masih bisa kita jumpai di Kota Tangsel. Biasanya hidangan kue-kue ini masih bisa kita jumpai di kampung-kampung sekitar BSDCITY, team redaksi TANGSELPOS.com menjumpai kue-kue jadul unik dan lezat yang masih ada seperti di Kampung Kademangan, Kranggan, Ciater, Rawa Buntu, Lengkong dan Jombang, umumnya di daerah-daerah kampung di sekitar perumahan.

Team Redaksi mencatat ada 6 kue jadul dan unik yang masih bisa kita jumpai diantaranya yaitu:

1. Tape Ketan Hitam

Makanan ini terbuat dari ketan hitam yang di cuci bersih kemudian direndam selama 3 jam, setelah direndam ketan dikukus selama 20 menit kemudian tuang di atas daun pisang siram dengan air panas sedikit demi sedikit, setelah itu kukus kembali  hingga matang. Setelah matang tuang di nampan aduk dengan ragi halus dan gula setelah itu tutup rapat dengan plastik simpan ditempat gelap jangan dibuka hingga 3 hari lamanya.

2. Kue Kembang Goyang

Kue yang terbuat dari campuran tepung beras, gula, garam, telur, biji wijen yang diaduk rata dicampur dengan santan hingga menjadi adonan encer. Adonan kemudian dicetak dengan menggunakan cetakan kue kembang goyang. Untuk membuat kue ini dibutuhkan keterampilan khusus, karena suhu kompor dan cetakan menentukan keberhasilan dalam proses pencetakan kue.

3. Dodol

Makanan dari campuran Ketan, Gula merah dan Gula putih, Santan kelapa yang dilarutkan di kwali . Laruran diaduk dengan menggunakan api kecil di aduk-aduk berjam-jam sampai matang. Setelah matang di bungkus dengan plastic atau daun pisang.

4. Wajik Gula Merah

Kue ini terbut dari beras ketan yang direndam selama dua jam, kemudian dimasak dengan air aduk aduk sampai airnya asat menyerap kedalam beras ketan tersebut, kemudian panaskan penggorengan lain untuk memanaskan daun pandan, gula merah dan santai, campurkan beras ketan yang sudah dimasak tadi Bersama campuran gula merah, daun pandan dan santan tersebut aduk aduk hingga mengental. Setelah mengental angkat taruh di Loyang, setelah dingin potong-potong sesuai selera.

5. Wajik Betawi

Terbuat dari beras ketan yang dicampur kelapa parut dan gula, dikemas dalam porsi kecil menggunakan kertas minyak warna-warni. Tekstur wajik Bandung lebih didominasi oleh parutan kelapa. Di Blitar ada wajik kletik, bentuknya kecil-kecil, dikemas menggunakan kulit jagung atau klobot yang disetrika terlebih dahulu agar terbebas dari bakteri.

6. Jipang (Tengteng)

Kue ini terbuat dari beras yang di goreng kemudian dimasukan kedalam adonan larutan  gula pasir, air, pasta pandan, air asam yang dimasak hingga menyerupai caramel. Setelah rata adonan di cetak kemudian setelah dingin dan kering di potong-potong sesuai selera.

Nah..demikianlah beberapa kue-kue tradisional lezat yang sudah jarang kita jumpai di hari raya, namun kita masih bisa menjumpai di kampung-kampung Kota Tangsel. Indahnya Indonesia dengan beraneka ragam budaya, Termasuk Kota Tangerang Selatan yang kita cintai ini.

5 1 vote
Article Rating

Tinggalkan Balasan

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Contact Us

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x