Sektor Property Masih Loyo

TANGSELPOS.com. Wabah pandemi COVID-19 telah memporak porandakan semua sektor perekonomian dunia. Berbagai upaya telah dilakukan oleh semua negara termasuk juga dengan Indonesia. Upaya yang dilakukan pemerintah salah satunya dengan cara memberikan stimulus kepada semua sektor ekonomi yang terdampak. Beberapa sektor ekonomi yang mulai mengalami pertumbuhan positif, diantaranya jasa kesehatan dan kegiatan sosial; informasi dan komunikasi; serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang. Untuk sektor property masih belum menunjukan hal yang positif hal ini terjadi akibat masih landainya penjualan property di tengah wabah pandemi yang belum mereda. Masih loyonya sektor property terlihat dari beberapa pemain industri property besar yang melakukan Asset Recycling.

Dari data divestasi asset 3 Perusahaan pemain property besar yang di rilis oleh CNBC Indonesia menyebutkan, misalnya PP Property dengan Kas/setara Kas 400,7 M. melakukan asset recycling dengan menjual kepemilikan di PT Menara Kaltim sebesar 21.13% atau setara dengan 70 M. Hasil penjualan saham tersebut akan digunakan kembali pada proyek-proyek eksisting perseroan sehingga membantu mengoptimalisasi aset dan membantu arus kas perusahaan agar lebih leluasa mendukung rencana kerja yang telah ditetapkan. PP property menargetkan pendapatan 287 M dan 600 M dalam 3 tahun ke depan dari divestasi saham dalam rangka Asset Recycling.

Asset Recycling juga dilakukan oleh Sentul City. Perusahaan dengan Kas/ Setara Kas 201 M ini menjual AEON Mall Sentul City kepada PT AEON Mall Indonesia senilai 1.9 Trilyun. Hasil penjualan akan dialokasikan guna meningkatkan operasional, perbaikan kas juga membayar pinjaman bank.

Tidak terkecuali dengan Pemain property besar di Indonesia Sinarmas land tidak luput dari luka akibat pandemi. Sinarmas Land menjual asset kantor dan tempat tinggal di London senilai 72 Poundsterling atau setara dengan 1,46 Trilyun Rupiah kepada Boohoo Holdings Ltd., perusahaan yang bergerak di bidangĀ fashion retailer. Adapun, dana dari hasil penjualan aset akan digunakan untuk melunasi hutang investasi atas aset tersebut. Selain itu juga akan dipakai sebagai modal kerja.

Dari beberapa perusahaan Industri property yang sudah merilis kinerja keuangannya dan menunjukan sinyal-sinyal perbaikan, namun tampaknya industry properti masih membutuhkan waktu untuk disembuhkan akibat luka yang amat dalam. Berbagai stimulus sudah dilakukan oleh pemerintah namun apakah di tahun ini sektor property akan bangkit? Kebangkitan sektor property akan sangat bergantung pada pemulihan ekonomi dan juga penanganan pandemi covid-19. (dari berbagai sumber diolah)

1 1 vote
Article Rating

Tinggalkan Balasan

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Contact Us

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x