Lima Aliran Fanatik Penikmat Bubur

SERPONG, TANGSELPOS.com. Ada pepatah mengatakan, “kalau nasi sudah jadi bubur mau diapain lagi? Ungkapan ini sering di ucapkan saat kita mengalami peristiwa yang menyisakan sebuah penyesalan. Penyeselan memang selalu datangnya belakangan. Saat menyesal biasanya kita berkhayal dan berharap agar waktu bisa diulang kembali. Namun itu hanya bisa terjadi jika kita memiliki DORA EMON dengan mesin waktu ajaibnya. Beras yang sudah menjadi bubur tidak akan bisa dijadikan nasi kembali. Namun bagaimana agar bubur bisa tetap dinikmati tentunya banyak cara yang bisa dilakukan. Seperti halnya dengan peristiwa yang kita alami dalam hidup. Ada hikmah dalam setiap kejadiannya, tergantung kita bisa menyikapi dengan bijak atau tidak.

Ngomong-ngomong tentang bubur, ternyata ada fakta unik loh yang sering kita temukan pada mereka para penikmat bubur. Ternyata ada lima Aliran fanatik yang di anut oleh para penikmat bubur dan sulit untuk digoyahkan. Team redaksi TANGSELPOS.com sedikitnya menemukan lima aliran tersebut diantaranya:

1. Makan Bubur Ayam Diaduk.

Penganut aliran ini akan mengaduk seluruh isi bubur didalam mangkoknya sebelum menyuapkan ke mulut mereka. Mereka mengatakan makan bubur di aduk membuat bumbu dan aroma lebih nikmat. Bumbunya tercampur merata sempurna. Jeleknya aliran ini, jika bubur tidak habis di santap masih ada sisa, jarang orang lain yang mau menghabiskanya.

2. Makan Bubur Ayam Tidak Diaduk

Penganut aliran ini tidak mengaduk buburnya sama sekali, biasanya mereka mulai menyendok dari pinggiran mangkok suap demi suap. Karena toping bubur ayam terletak dipermukaan bubur, mereka biasanya menghabiskan toping buburnya terlebih dahulu. Sisa bubur bagian bawah yang sudah tidak ada topingnya akan ditambahkan kecap atau kaldu lagi sampai bubur habis di santap. Menurut mereka, makan bubur diaduk bisa membuat texture bubur seperti muntahan. Mereka bisa langsung tidak berselera saat melihat bubur diaduk aduk. Bagusnya aliran ini, jika bubur tidak habis di santap, kemungkinan besar masih ada orang lain yang mau menghabiskannya.

3. Makan Bubur Tidak Pakai Kacang Kedelai

Bubur ayam biasanya dilengkapi dengan toping guna menambah kelezatannya. Toping bubur biasanya terdiri dari: ayam suwir, cakwe, sledri, bawang goreng, dan kacang kedelai. Namun penganut aliran ini sangat pantang jika dibubur mereka ada kacang kedelainya. Jika sudah terlanjur mereka dengan sabar membuang kedelai yang ada di mangkoknya. Mereka berpendapat, Tekstur bubur yang lembut di campur dengan kedelai yang keras jadi terasa aneh di mulut mereka, seperti lagi asik mengunyah menggigit kerikil dimulut mereka.

4. Makan Bubur Cuma Pake Kecap Doang.

Penganut aliran ini biasanya di anut oleh mereka yang sedang mengalami sakit atau gangguan kesehatan. Mereka fanatik untuk kesembuhan penyakitnya. Lamanya mereka menjadi penganut aliran ini biasanya tergantung dari sakit yang mereka derita. Sakit masuk angin biasanya mereka akan anut hanya 1-2 hari saja. Sakit Tipes biasanya bisa 2 minggu sampai satu bulan. Tergantung saran dokter yang menanganinya.

5. Makan Bubur Setiap Hari Mengganti Nasi

Aliran ini biasanya dianut bagi mereka keturunan Tionghoa yang sedang merintis usahanya. Dengan makan bubur mereka akan bisa menghemat lebih banyak. Mereka memiliki pandangan, penghasilan saat merintis usaha diawal-awal pastilah masih belum stabil, lebih baik berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian, Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Maka jangan heran kalau para pengusaha Tionghoa ini banyak yang sukses.

Demikianlah Lima Aliran Fanatik Makan Bubur yang di temukan oleh Team redaksi TANGSELPOS.com. Nah..Sobat Tangsel termasuk yang mana nih..Silahkan komen dibawah ya..!

(Visited 94 times, 1 visits today)
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Contact Us

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x