Nasib Tragis Trotoar Jalan Raya Serpong di Tangan Pedagang Tanaman Hias

SERPONG, TANGSELPOS.com. Aneka bunga warna warni, rimbunnya daun-daun tanaman aglonema, aneka pohon bonsai yang disusun berjajar, menyejukan mata setiap pengendara dan orang yang melintas. Keberadaan tanaman hias di sepanjang pinggiran jalan memang membuat suasana kota menjadi terlihat indah dan segar.

Selain itu, tanaman juga memiliki banyak manfaat diantaranya; sebagai paru-paru kota menghasilkan O2, peredam kebisingan jalan padat aktivitas, juga sebagai filter debu dan asap kendaraan bermotor, sehingga dapat mengurangi polusi udara.

Namun sangat disayangkan jika tanaman-tanaman hias ini diletakan sampai memenuhi trotoar jalan tidak menyisakan satu centimeterpun bagi para pejalan kaki. Seperti yang terjadi di Jalan Raya Serpong depan kawasan Pegudangan Taman Tekno.

Sepanjang kurang lebih 750 m, para pejalan kaki yang lewat harus melintasi Jalur Lalu Lintas beraspal, bahayanya jika ada pembeli tanaman yang berhenti memarkir kendaraanya tepat di pinggir jalan, tentunya pejalan kaki akan mengalah melewati mobil yang diparkir tersebut dengan berjalan agak ke tengah dan ini sangat membahayakan sekali bisa-bisa disambar mobil dari belakang.

Dari pantauan team redaksi TANGSELPOS.com, Jalan Raya Serpong adalah jalan utama yang menghubungkan kabupaten Bogor dengan Kota Tangerang Selatan. Jalan ini merupakan jalur padat yang dilalui kendaraan-kendaraan besar dengan kecepatan tinggi antara 40 km-60km/jam.

Menurut Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan, peletakan pot bunga pada tanggul trotoar diperbolehkan sepanjang memenuhi ketentuan, beberapa di antaranya yaitu memiliki izin dan tidak mengganggu kelancaran dan keselamatan pengguna jalan serta tidak membahayakan konstruksi jalan. sumber (www.hukumonline.com).

Sangsi pidana diberlakukan bagi mereka yang melanggar, pidananya seperti apa di jelaskan di dalam Undang-Undang No 2 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU-LLAJ) dan Undang Undang No. 38 Tahun 2004 Tentang Jalan.

Memang di dalam Peraturan Daerah No 09 Tahun 2012, Pemerintah Daerah memiliki kewenangan untuk menetapkan trotoar mana saja yang diperbolehkan untuk berdagang atau tidak dengan pertimbangan dampak sosial dan ekologis. Namun jangan sampai ketetapan yang di jalankan justru melanggar Undang-Undang lainnya.

Tanaman hias memang bagus untuk paru-paru kota namun jangan sampai melupakan keselamatan pengguna jalan terutama pejalan kaki.

Nah sekarang bagaimana pendapat Sobat Tangsel sendiri? Apakah perlu kiranya pedagang tanaman hias di depan Taman Tekno mundur sedikit menyediakan tempat bagi para pejalan kaki melintas? Silahkan beri komentarnya dibawah ya?

0 0 votes
Article Rating

Tinggalkan Balasan

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Contact Us

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x