Orang Tua Keluhkan Anaknya Tidak Bisa Masuk Zonasi Terganjal KK.

SERUA, TANGSELPOS.com. Persyaratan Kartu Keluarga (KK) minimal satu tahun di database Disdukcapil pada seleksi melalui Jalur Zonasi yang dipakai pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Tangsel dikeluhkan oleh Orang Tua, pasalnya banyak Orang Tua yang memiliki KK belum satu tahun.

Persayaratan ini dikeluarkan bertujuan untuk mengantisipasi banyaknya mutasi dadakan yang dilakukan Orang Tua. Trik ini kerap dilakukan Orang Tua yang sengaja pindah hanya untuk mengincar sekolah favorit untuk anaknya.

Menurut para Orang Tua Peserta Didik, ditemui redaksi TANGSELPOS.com, di Kantor Dikbud Kota Tangerang Selatan, saat mereka mengkonfirmasi perihal ketidaksesuaian data NIK dan KK di Website PPDB Kota Tangsel. Trik yang dilakukan guna menyekolahkan anaknya di sekolah favorit menurut mereka sesuatu yang wajar.

“Namanya Orang Tua ya kita mah pengennya di sekolah favorit lah, kalau masuk disekolah yang muridnya bandel-bandel nanti anak kita ikut bandel, anak kan sukanya ikut-ikutan”, Tutur salah seorang.

Di ikuti Orang Tua lainya menanggapi,

“Saya barusan ke Disdukcapil, disuruh wali kelas anak saya, soalnya saya masukin NIK nya terus katanya NIK dan KTP gak sesuai, terus kata orang Disdukcapilnya katanya data saya udah ga ada masalah, terus orang disdukcapil nyuruh saya urus ke DInas Pendidikan, terus saya kesini, katanya disini anak saya gak bisa masuk zonasi karena kurang dari setahun, terus saya tanyain lagi kalau gitu anak saya sekolah dimana pak, bapaknya bilang bisa bu, anak ibu bisa sekolah lewat jalur prestasi, gitu katanya mas”, Tuturnya.

Lain lagi dengan salah seorang bapak yang tidak mau disebut namanya, dia tidak bisa mendaftarkan anaknya mengikuti seleksi jalur zonasi padahal sesungguhnya jarak sekolah dari rumahnya hanya sekitar 100 meter. “Saya mah ikutin aja aturan kalau emang nanti anak saya gak bisa masuk juga lewat jalur prestasi saya mau nyogok aja, saya datengin tuh sekolahan paling saya kasih 3 juta udah pada nganga, Saya nyogok bukan karena anak saya bego ya..padahal sekolahannya cuma 100 meter dari rumah saya” tuturnya.

Komentar Orang Tua lainya menanggapi,” dulu emak kita kayaknya punya anak tujuh ngurus sekolah anteng-anteng bae, sekarang kita punya anak satu aja puyengnya ampun-ampunan ini”.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel menyediakan 50% untuk jalur zonasi, 30% jalur prestasi, 15% Jalur Afirmasi, dan sisanya 5% untuk Jalur perpindahan tugas, bagi mereka yang tidak bisa masuk melalui jalur zonasi, mereka tetap bisa mengikuti seleksi melalui Jalur Prestasi dalam zonasi.

Seleksi Jalur Prestasi Dalam Zonasi

Bagi mereka yang memiliki KK kurang dari setahun, Jalur yang bisa ditempuh ialah Jalur Prestasi Dalam Zonasi, hal ini disampaikan oleh Eva Chandra, guru SD Negeri Muncul 1 Kota Tangerang Selatan, dalam sosialisasi dan bimbingan teknis PPDB Kota Tangerang Selatan tahun 2021 kepada orang tua yang dilakukan secara Daring.

Eva menjelaskan bahwa DIkbud menyediakan 30 persen kuota jalur Prestasi untuk setiap sekolah, dari 30% ini dibagi lagi 2 persen untuk prestasi perlombaan, dan 23 persen untuk prestasi nilai rapot.

Kebijakan sistem zonasi bertujuan guna menghadirkan pemerataan akses pada layanan pendidikan, serta pemerataan kualitas pendidikan nasional. Menghapus dikotomi sekolah favorit dan nonfavorit.

Pendidikan adalah pondasi penting yang harus dimiliki oleh setiap warga negara, sudah seharusnya kita semua memberikan kemudahan akses mereka untuk belajar seluas-luasnya. Jangan sampai sistem yang baik ini justru memberikan celah bagi oknum untuk merusak apa yang telah dicita-citakan.

Esensi pendidikan ialah membangun masyarakat cerdas, berbudaya dan beradab, karena hanya kepada merekalah calon peserta didik baru negara ini akan diwariskan.

0 0 votes
Article Rating

Tinggalkan Balasan

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Contact Us

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x