Indonesia Bisa Jadi Negara Dengan Perekonomian Terbesar ke 4, Begini Kata Azyumardi Azra, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

TANGSELPOS.com. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh PwC (PricewaterhouseCoopers) salah satu penyedia auditor besar di dunia, Indonesia di tahun 2050 akan berada di peringkat 4, dari hasil riset tersebut membuat kita bertanya, benarkah? sementara kita melihat sendiri, masih begitu banyaknya permasalahan bangsa Indonesia yang tak kunjung membaik.

Kejahatan korupsi masih saja terjadi, bahkan mengusik nalar dan hati nurani kita, dana bansos, yang sejatinya diperuntukan bagi kelangsungan hidup rakyat dimasa pandemipun, tak punya hati tega dirampok oleh orang yang diberi mandat kepercayaan oleh negara.

Belum lagi masih banyak kasus- kasus pelanggaran HAM yang belum terselesaikan.

Ketidakadilan hukum, dimana masih terjadi banyak kasus hukum tumpul ke atas tajam ke bawah.

Demokrasi juga menurun, dimana kritikan masih dianggap sebagai ujaran kebencian.

Ditambah lagi permasalahan ekonomi yang nyungsep kedasar lautan di hantam oleh wabah virus Covid 19. Jutaan PHK, dan pengangguran dan masih banyak permasalahan lainnya membuat kita sulit untuk berpikir optimis.

Menurut Prof. Azyumardi Azra, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dalam sambutannya pada acara peluncuran buku, Negara dan Bangsa di Simpang Jalan karya Budiman Tanuredjo (7/8/21), “Memang pesimis kalau kita melihat kondisi bangsa hari ini, namun kita tetap bisa optimis tapi dengan catatan” begitu tutur Azyumardi.

Setidaknya ada beberapa hal yang harus segera dikerjakan oleh kita semua sebagai rakyat Indonesia terutama yang memangku jabatan strategis di Republik ini yang pertama ialah:

  1. Harus merekonsoliasi kembali segala aspek kehidupan, menjaga keseimbangan kelembagaan antara eksekutif, legislatif dan yudikatif. harus ada check and balans agar kekuasaan tidak kembali lagi seperti masa orde baru.
  2. Diperkuatnya lembaga politik seperti Partai politik, sekarang ini partai politik dikuasai oleh keluarga, sehingga kebijakan yang dibuat lebih mengarah untuk kepentingan kelompok tidak berbeda dengan oligarki kekuasaan. sehingga partai mudah split dan pecah.
  3. Memperbaiki sistem politik yang transaksional. Sistem pemilihan umum yang ada sekarang menciptakan lubang lubang baru untuk membuka kesempatan elit politik melakukan Politik Uang.
  4. Menghapus ambang Batas Parlemen (electoral treshold) dan Ambang Batas Presiden( Presidential Treshold)
  5. Membuka seluas luasnya Kebebasan Berbicara ( fredom for Spech).
  6. Mengkonsolidasikan kembali masyarakat civil society terutama Kampus. Dimana Kampus berisi kaum intelektual muda yang idealis, lebih tahan banting dan berani berekpresi.

Dengan menjalankan catatan catatan diatas, Azyumardi optimis bangsa Indonesia yakin di usia satu abad pada tahun 2045 mendatang bisa menjadi negara dengan peringkat ekonomi terkuat ke 4 di dunia.

Indonesia is amazing, negara dengan bentangan terluas, dimana dipisahkan oleh ribuan pulau, budaya, suku tapi bisa bersatu, ini sebuah ke ajaiban, bahkan menurut survey Global Cerity Index, Indonesia menjadi negara dermawan peringkat pertama. Tidak ada negara lain selain Indonesia yang bisa membangun ribuan masjid dengan sumbangan sadaqoh donasi dari warganya” Tutur Azyumardi.

Di ulang tahun Ke 76 ini, masih tersisa waktu 24 tahun lagi untuk sampai Indonesia menuju satu abad. Mari kita sama sama berjuang isi kemerdekaan ini dengan hal bermanfaat tunjukan keberpihakan kita hanya untuk kepentingan rakyat, satukan kembali hati kita bahwa kita adalah satu, bangsa Indonesia.

Semoga kemakmuran dan kesejahteraan bangsa dapat terwujud untuk anak cucu kita dimasa yang akan datang(tgh)

0 0 votes
Article Rating

Tinggalkan Balasan

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Contact Us

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x