Memviralkan Utang Orang Lain, Apakah Bisa Dipidanakan?

TANGSELPOS.com. Hidup paling tenang adalah hidup tanpa utang, Ya itu benar tapi bisakah? Dimana kebutuhan hidup tetap harus terpenuhi, namun penghasilan yang didapat tidak mencukupi. Bagi mereka yang bijak, akan menurunkan standar hidupnya, agar jangan sampai besar pasak daripada tiang. Namun banyak juga mereka yang tidak bisa menurunkan standar hidupnya, memenuhi keingingan mereka dengan berhutang. berhutang bukan kesalahan asal kita bisa membayarnya.

Menurut menteri Perekonomian Darmin Nasution, masyarakat Indonesia lebih gemar berhutang daripada menabung.

Kegemaran masyarakat yang gemar berhutang membuat bisnis Pinjaman Online tumbuh subur di Indonesia. Namun sejak wabah pandemi menghantam perekonomian dunia termasuk Indonesia menimbulkan gelombang PHK masal, menyebabkan banyak peminjam yang gagal bayar.

Berbagai upaya dilakukan oleh para pengusaha pemberi pinjaman agar uang yang sudah keluar bisa balik kembali, ada yang tetap sabar dan persuasif menagih nasabah dengan halus datang kerumah-rumah, Namun ada juga yang melakukan intimidasi dengan menghubungi melalui Telpon atau medsos secara serampangan dan kasar, bahkan mengancam ingin menyebarkan utang nasabah kepada semua orang melalui medsos.

Bagi nasabah yang kuat mental, mereka tetap hadapi dengan santai, bahkan mereka berpendapat, ” Ah..gue sih cuek aja disebarin kemana-mana juga , semua orang juga punya utang, ada sih temen yang nanya, Lu punya utang ya? tadi gue ditelpon tuh sama *****, iya..gue belum ada duit buat bayar)

Tapi bagi mereka yang lemah, mereka akan stress bahkan banyak kasus bunuh diri akibat frustasi ditagih oleh deibt collector.

Memviralkan utang memang cara yang paling efektif agar si penghutang malu sehingga mau membayar hutangnya, namun hati-hati anda bisa dipidana terkena kasus pencemaran nama baik loh..jika orang yang anda viralkan tidak terima lalu mengadukan ke aparat penegak hukum.

Menurut Togar S.M.Sijabat, S.H.,M.H dalam artikel yang ditulisnya dilnsir di webiste hukumonline.com,

Secara umum, perbuatan mencemarkan nama baik dan/atau penghinaan dapat dijerat Pasal 310 KUHP:

  • Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
  • Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
  • Tidak merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis, jika perbuatan jelas dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa untuk membela diri.

Jika perbuatan tersebut dilakukan melalui media internet, maka pelaku dapat dijerat Pasal 27 ayat (3) UU ITE:

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Namun, patut digarisbawahi, perbuatan memviralkan utang tersebut tidak dapat dijerat UU ITE jika:

  • Jika muatan atau konten yang ditransmisikan, didistribusikan, dan/atau dibuat dapat diaksesnya tersebut tidak berupa penghinaan yang kategorinya cacian, ejekan, dan/atau kata-kata tidak pantas. Adapun perbuatan tersebut dapat menggunakan kualifikasi delik penghinaan ringan sebagaimana dimaksud Pasal 315 KUHP.
  • Jika muatan yang ditransmisikan, didistribusikan, dan/atau dibuat dapat diakses tersebut berupa penilaian, pendapat, hasil evaluasi, atau sebuah kenyataan.
    Merujuk di atas, maka perbuatan memviralkan utang orang lain tidak dapat dijerat menggunakan Pasal 27 ayat (3) UU ITE, mengingat muatan yang disebarkan tersebut merupakan sebuah kenyataan.

Selain itu, jika muatan mengandung kata-kata berupa penghinaan yang kategorinya cacian, ejekan, dan/atau kata-kata tidak pantas, si pelaku dapat dijerat Pasal 315 KUHP atas penghinaan ringan:

Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran atau pencemaran tertulis, yang dilakukan terhadap seorang, baik di muka umum dengan lisan atau tulisan, maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan, atau dengan surat yang dikirimkan atau diterimakan kepadanya, diancam karena penghinaan ringan, dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Pencemaran nama baik merupakan suatu perbuatan yang dilarang oleh undang-undang, sehingga jika dikaitkan dengan Pasal 1320, Pasal 1335, dan Pasal 1337 KUH Perdata, maka, upaya untuk memviralkan tunggakan utang sebaiknya tidak dilakukan, mengingat si pelaku berpotensi dipidana atas aduan dari si pengutang yang merasa nama baiknya tercemar.

Memiliki hutang atau piutang yang tak kunjung dibayar memang membuat frustasi, tetap gunakan kepala dingin untuk dicarikan solusi yang tepat, agar hutang bisa terbayar, dengan mencari penghasilan tambahan atau dengan cara dicicil. (tgh)

0 0 votes
Article Rating

Tinggalkan Balasan

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Contact Us

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x