Webinar FORMAS: Optimalisasi Perlindungan Sosial BPJAMSOSTEK untuk Pekerja Korban PHK Melalui Program JKP

Sebagai Lembaga penyelenggara asuransi perlindungan sosial untuk pekerja. BPJAMSOSTEK, merupakan badan hukum publik yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia.

Selain memberikan perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi risiko sosial ekonomi tertentu akibat pemutusan hubungan kerja, BPJAMSOSTEK terus memperluas jaminan dan perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia termasuk pekerja korban PHK.

Sejauh ini terdapat beberapa jaminan dan perlindungan sosial ketenagakerjaan yang diberikan BPJAMSOSTEK, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kematian (JKm), serta program terbaru Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Dari lima program tersebut, manfaatanya dirasakan langsung oleh pekerja.

Seperti pekerja yang mengalami kecelakaan kerja akan mendapatkan manfaat berupa perawatan tanpa batas biaya sesuai kebutuhan medis.

Ada juga santunan sementara tidak mampu bekerja (STMB) sebesar 100 persen gaji selama 12 bulan pertama, dan 50 persen untuk bulan selanjutnya hingga sembuh jika peserta dalam masa pemulihan dan tidak dapat bekerja untuk sementara waktu, serta santunan 48 kali upah terakhir yang dilaporkan untuk peserta BPJAMSOSTEK yang meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan kerja. Belum lagi santunan kematian sebesar 42 juta serta beasiswa. Pun tak hanya itu, BPJAMSOSTEK juga memberikan jaminan dan perlindungan sosial bagi pekerja yang di PHK perusahaan. Jaminan itu disebut sebagai Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Penambahan program ini didasari oleh turunnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja. Pun juga dipertegas dengan PP 37 Tahun 2021 dan Permenaker No. 5 Tahun 2021. Program JKP diselenggarakan berdasarkan prinsip asuransi sosial dengan tujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak pada saat pekerja/buruh kehilangan pekerjaan.

Ketua Umum Forum Mahasiswa Sumenep (FORMAS), Muhammad Salim dalam keterangan release-Nya kepada media Selasa, (5/10/2021), mengatakan bahwa pada dasarnya negara bertanggung jawab atas kesejahteraan pekerja. Karena itu, semu pekerja yang mengalami pemutusan kerja tentu akan mendapatkan asuransi perlindungan sosial dari BPJAMSOSTEK melalui program JKP, tujuannya untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak ketika pekerja mengalami PHK.

“Pada prinsipnya, kesejahteraan pekerja itu tanggung jawab negara termasuk pekerja yang di PHK, karena itu negara hadir melalui BPJAMSOSTEK dengan program JKP ini, dengan tujuan mengangkat derajat pekerja yang mengalami PHK sehingga kehidupannya layak,” kata Muhammad Salim dalam keterangan release-Nya kepada media Kamis, (7/10/21).

Lebih lanjut Muhammad Salim menjelaskan, bahwa semua pekerja terutama pekerja yang mengalami PHK sudah tentu membutuhkan jaminan dan perlindungan sosial dari BPJAMSOSTEK. Karena itu, program jaminan dan perlindungan sosial BPJAMSOSTEK bagi pekerja harus diperkuat, terutama perlindungan sosial bagi pekerja yang mengalami PHK.

“Yang namanya pekerja pasti butuh perlindungan sosial apalagi pekerja itu di PHK atau mengalami kecelakaan kerja, untuk itu kita perlu memperkuat program perlindungan sosial BPJAMSOSTEK sehingga lebih maksimal menjamin kesejahteraan pekerja,” jelasnya

Sementara ini kata Salim, sudah banyak manfaat program jaminan dan perlindungan sosial yang diberikan negara terhadap pekerja termasuk kepada pekerja yang mengalami nasib PHK. Pemerintah melalui BPJAMSOSTEK memberikan jaminan sosial kepada pekerja/buruh yang mengalami PHK dalam bentuk uang tunai, akses informasi pasar kerja, dan pelatihan kerja melalui program JKP yang diselenggarakan oleh BPJAMSOSTEK, hal itu tertuang dalam Pasal 2 ayat 1 PP 37/2021).

“Yang pasti udah banyak manfaat program perlindungan sosial BPJAMSOSTEK yang dirasakan pekerja, kita apresisasi karena bpjamsostek terus memperluas jaminan dan perlindungan sosial ketenagakerjaannya termasuk pekeja yang di-PHK memperoleh JKP,” ujar Muhammad Salim

Karena itu, ketika ekonomi diterjang krisis akibat wabah pandemi Covid- 19, konsekuensinya akan terjadi gelombang PHK besar-besaran karena perusahaan terpaksa ‘gulung tikar’. Namun meski demikian, negara tetap hadir dengan ragam fasilitas jaminan dan perindungan sosial ketenagakerjaa guna menjamin dan memastikan kesejahteraan pekerja melalui program JKP. Harapannya, dengan fasilitas pelatihan ini setidaknya bisa mendorong peningkatan skill dan keterampilannya sehingg bisa dicetak sebagai pekerja yang mandiri. Atas dasar itu, Dewan Pengurus Wilayah Forum Mahasisw Sumenep (FORMAS) menyeleggarakan Webinar Nasional dengan mengusung tajuk “Optimalisasi Perlindungan Sosial BPJAMSOSTEK untuk Pekerja Korban PHK Melalui Perogram JKP”. Kegiatan webinar dilaksanakan secara virtual-daring pada hari Sabtu tanggal 09 Oktober 2021, Jam 14.00 WIB s/d Selesai. Hadir sejumlah pembicara dalam kegiatan webinar yang diinisiasi Forum Mahasiswa Sumenep bekerjasama dengan BPJAMSOSTEK itu. Antara lain adalah Irvansyah Utoh Banja (Deputi Direktur HUMAS & Antar Lembaga BPJAMSOSTEK), Retna Pratiwi, SH., M.Hum. (Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker RI), Nurhadi, S.Pd. (Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi NasDem), Said Iqbal (Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia – KSPI dan Presiden Partai Buruh). Kegiatan webinar dipandu moderator, M. Aldi Fayed S. Arief (Redaktur Koranindonesia.co). Tujuan kegiatan webinar adalah untuk mendorong seluruh elemen masyarakat khususnya para pekerja yang mengalami PHK memanfaatkan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKP) BPJAMSOSTEK sebagai jaminan setelah kehilangan pekerjaan. Adapun maksud kegiatan ini adalah dalam rangka memberikan informasi dan penjelasan yang komprehensif kepada publik terkait program jaminan dan perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja yang mengalami PHK dari perusahaan, sehingga bisa memanfaatkan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKP) BPJAMSOSTEK.

0 0 votes
Article Rating

Tinggalkan Balasan

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Contact Us

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: