TRAGIS.!! Kekerasan Hut Ultah Kabupaten Tangerang, Ketum FDHI Angkat Bicara.

Tanggal 13 Oktober menjadi hari yang bersejarah bagi Kabupaten Tangerang , Tepat dihari inilah Kabupaten Tangerang diresmikan. Tangerang adalah kabupaten tertua di propinsi Banten yang saat ini telah berusia 389 tahun.

Banyak doa dan ucapan selamat ulang tahun untuk Kabupaten Tangerang, datang dari kalangan masyarakat baik legislatif maupun eksekutif, Forkompimda Kabupaten serta kalangan tokoh masyarakat luas, salah satunya ucapan dari ketum Forum Diskusi Hukum Indonesia (FDHI) Al Fahrizal.


Sebagai advokat muda yang telah lama bergelut di wilayah Tangerang Raya, Beliau menyesalkan terjadinya kericuhan pada unjuk rasa yang dilakukan oleh Mahasiswa pada hari Rabu (13/10).

Menurutnya tindakan penangananan yang dilakukan oleh aparat kepolisian masih dengan cara cara represif dan ini jelas sebuah pelanggaran.

“Jelas itu masuk pasal 351 Ayat (1) UU KUHP Pidana Penganiayaan J.o Pasal 355 Tentang perbuatan tidak menyenangkan, dan Undang-undang dasar pasal 28 ayat 1 tahun 1945, Tentang kebebasan mengeluarkan pendapat. Juga melanggar Undang-undang Hak Asasi Manusia (HAM) pasal 17, J.o Pasal 23 UU HAM ayat (2) , Pasal 44 J.o Pasal 74”

“Kalau kita lihat di dalam Perkap No 7 tahun 2021 tentang cara pelayanan, Perkap No 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan kekuatan dan Kode Etik Polri tahun 2011, serta Sumpah Tribrata ayat (3) . Tindakan polisi sudah menyalahi aturan”. Tulis Alfarizal saat dikonfirmasi media.

Menurutnya tuntutan mahasiwa memang ada benarnya, salah satunya masih banyak fasilitas jalan yang kurang layak, contohnya di pesisir Pantura Kabupaten Tangerang.


” Banyaknya fasilitas jalan yang kurang layak seperti kita lihat di pesisir Pantura Kel.Dadap, Jl. Raya Perancis Dadap – Kosambi, mas bisa lihat sendiri kondisi jalannya seperti apa, belum lagi tiang listrik yang tepat berada di tengah jalan, belum lagi banyak sarana jalan tanpa penerangan yang cukup, diwilayah Kelapa Dua, Pasar Kemis, Balaraja dan Cikupa masih banyak juga sarana jalan yang hampir sama seperti diwilayah Dadap ini, gak hanya perkara jalan banyak pula oknum nakal perusahaan yang memberikan fee atas gaji buruh dengan sistem “sekarepmu dewek”, tanpa mempertimbangkan Kemenperindag dan Pergub Banten juga banyak , ada fakta yang bisa di dapat soal itu di Kabupaten Tangerang ini, tapi sampai sekarang justru mingkem dan nutup diri, kan kasian warga yang jadi korban “

Tiang listrik berada di tengah jalan

Namun Alfarizal juga mengapresiasi atas kinerja baik yang dicapai, menurutnya yang sudah baik ditingkatkan dan yang belum baik agar segera diperbaiki.


” Saya berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Tangerang, atas pencapaian kinerja yang diperoleh hingga saat ini, namun jangan tergesa dengan berbangga diri dan tentunya saya berharap pemerintah Tangerang terus berbenah, banyak catatan dan penilaian opini publik, dari mulai banyaknya mafia tanah pesisir utara Tangerang hingga mandulnya Perbub 47 saya minta harus tegas. “
Tutur pria yang sering di sapa mas Fahri ini.(oka)

0 0 votes
Article Rating

Tinggalkan Balasan

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Contact Us

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: