Lentera Masyarakat Banten dan APDESI Teluk Naga Adakan Pembekalan Pemahaman Hukum Bagi Generasi Millineal.

Takdir Pemuda Adalah Mengubah Dunia

Shoe Hok Gie

Pemuda adalah pelopor sebuah perubahan. Dari banyaknya peristiwa yang terjadi di Republik ini tidak lepas dari sumbangsih dan peran kaum pemuda. Di masa perjuangan revolusi kemerdekaan Indonesia, pemuda telah menyatukan bangsa ini dengan menggagas Sumpah Pemuda 28 Oktober tahun 1928. Peristiwa peralihan Orde Lama ke Orde Baru dengan peristiwa TRITURAnya juga dipelopori oleh Kaum Muda. dan hingga sampai dengan tumbangnya rezim Soeharto pada tahun 1998 juga akibat gerakan para pemuda. Bayangkan saja, Bung Karno, Bung Hatta, Jendral Soedirman, Syahrir, K.H Wahid Hasyim, berjuang memerdekakan Indonesia sejak mereka masih berusia muda. Pemuda adalah pelaku utama yang tiak bisa dipisahkan dari setiap perubahan di republik ini.

Baner LMB

Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) ranting Kecamatan Teluknaga bekerja sama dengan Lentera Masyarakat Banten (LMB) mengadakan Program Pemberdayaan berupa pembekalan pemahaman hukum kepada pemuda, masyarakat dan paralegal (28/10/21).

Subur Maryono. Ketua APDESI Teluknaga dalam wawancara menyampaikan bahwa kemajuan masayarakat disetiap wilayah adalah tanggungjawab pemimpin diwilayah tersebut,

” Ya buat masyarakat,  selagi itu baik dan positif kita harus dukung tanpa terkecuali,  karena hakikatnya pemimpin ya harus berkontribusi bagi kemajuan masyarakat di wilayahnya”  Ucap Subur Maryono. 

Subur Maryono juga menjelaskan langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan oleh APDESI Teluk Naga dalam usaha pemberdayaan masyarakat ini,
salah satu langkah yang beliau lakukan adalah dengan mengajak Lentera Masyarakat Banten.

” Kami saat ini mengandeng Lentera Masyarakat Banten sebagai mitra kerja kami,  Fokus kami saat ini untuk memberikan advokasi hukum bagi kalangan Pengabdi Masyarakat Desa, yang ada di wilayah Teluknaga ini ” papar beliau.

Sementara itu ketua umum Lentera Masyarakat Banten Kabupaten Tangerang mengatakan, ” Kalau kita menimbang UU 1945 Pasal 1 Ayat (3), Pasal 27 Ayat (1), Dan Pasal 28 D Ayat (1)  Tentang asas penerapan hukum di negara indonesia,  Jelas pemahaman ini harus di perhatikan dan di berikan edukasi bagi masyarakat. ” Ucap Achmad Arafat, SH., MH. 

“Pentingnya akan edukasi hukum juga di sini jelas sudah atur oleh Permenkumham No. 3 Tahun 2021 Tentang Paralegal dan bantuan hukum bagi masyarakat,  jadi setiap warga masyarakat wajib memahami, mematuhi dan menjalankan setiap upaya hukum yang telah disiapkan. “Papar achmad Arafat.

Acara program pemberdayaan masyarakat ini bertempat di kantor kecamatan teluknaga, Kabupaten Tangerang, dalam latihan ini di hadiri oleh 13 desa se-kecamatan Teluknaga. 

Jumlah peserta yang hadir sebanyak 40 orang dari kalangan pemerintah desa di Kecamatan Teluknaga.

Prof. Dr. Kriswanto, SH., MH., MM., MSi. Sebagai Nara Sumber Acara tersebut memberi pesan agar setiap paralegal mematuhi Kode Etik.

“Paralegal dalam menjalankan peran dan fungsinya harus bertanggung Jawab terhadap supervisi yang menaunginya,  yaitu Lentera Masyarakat Banten,Selain itu Paralegal juga harus menjunjung tinggi kode etik yang telah di tentukan oleh lembaga dimana mereka bernaung, etik tersebut meliputi tiga hal : Pertama, Etik kepada masyarakat,  Kedua Etik kepada sesama penegak hukum, Dan Terakhir Etik kepada rekan sejahwat”,  Ucap akademisi dengan background militer tersebut.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Contact Us

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x