Keindahan Alam dan Kearifan Warga Citorek, Destinasi Wisata Alternatif Selain Puncak.

TANGSELPOS.com. Hamparan sawah hijau dan lumbung-lumbung padi yang berjajar, kumpulan kerbau yang berjalan menyebrang, jalanan beraspal berkelok kelok, menanjak, menurun, melewati jembatan di antara perbukitan dan perkebunan sawit, sungguh pemandangan alam yang memanjakan mata setiap pengendara yang melintas, terlebih para pengendara yang berasal dari perkotaan dimana setiap hari mereka disuguhi kemacetan lalulintas, asap kendaraan dan beton-beton gedung bertingkat.

jalanan halus beraspal diantara hutan

Negeri Di Awan, Tempat wisata di Gunung Luhur dengan ketinggian 901 mdpl (meter diatas permukaan laut). Terletak di kampung Citorek, Lebak Banten. Sesuai dengan namanya, pada jam-jam tertentu tempat ini penuh diselimuti awan, hingga jika kita berdiri disitu seolah-olah berada di atas awan.

Jembatan sungai Ciberang sedang dibangun

Untuk sampai tujuan, pengunjung harus menyiapkan kondisi fisik dan kendaraan yang prima, butuh konsentrasi yang tinggi, karena kondisi jalan yang sepi membuat pengendara biasanya tergoda untuk memacu kendaraanya secepat cepatnya. Namun, banyaknya tikungan curam dan kurangya marka jalan, kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan bagi pengendara yang tidak berhati-hati.

Kondisi jalan curam dan licin ditambah kendaraan proyek pembangunan tanggul dan jembatan ciberang spot hambatan terberat menuju Negeri Di Awan

Sejak Viral tiga tahun yang lalu, menurut Kang Ido, warga kampung Citorek, pengunjung mulai berdatangan lagi, setelah sebelumnya tempat ini sempat sepi akibat pandemi covid 19.

“Satu tahun viral ada pandemi covid langsung gak ada yang dateng, sekarang sudah mulai banyak yang dateng”, cerita Kang Ido.

Selain keindahannya yang tidak kalah dengan tempat tempat wisata lainya, Warga Kampung Citorek memiliki sifat yang ramah, sifat asli genetik bawaan bangsa Indonesia yang sudah di wariskan secara turun temurun.

Untuk jajanan, pengunjung akan kaget saat membayar, karena harga jajanan sama dengan harga jajanan yang dijual ditempat pada umumnya, harga segelas kopi seduh cuma 4 ribu rupiah, Indomi rebus hanya 5 ribu rupiah. Berbeda jauh dengan tempat tempat wisata lainya yang membandrol harga selangit.

“Dulu ada yang jual harganya mahal, terus yang jual langsung ditegur, supaya bikin harga biasa aja, ini kan buat wisata, jangan sampe justru yang dateng bawa makanan sendiri gak mau beli disini lagi karena takut harganya mahal” tutur Kang Ido dengan logat khas Sundanya.

Kang Ido warga kampung Citorek

Negeri di Atas awan, potensi wisata yang masih tersembunyi di Propinsi Banten. Sangat rekomended bagi Sobat Tangsel yang ingin mencoba menikmati keindahan alam tanpa harus menikmati kemacetan atau buka tutup jalur puncak.(erwin)

Video Perjalanan menuju Negeri di Awan Gunung Luhur Citorek

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Contact Us

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x