Waduh.! Emak Emak Turun Tangan, Hadapi Pungli Di Pesisir Pantura Tangerang, Alfahrizal; Lanjutkan.!!

TANGSELPOS.com – Maraknya aksi pungutan liar yang dilakukan oleh oknum preman berkedok ormas, nampaknya menjadi catatan buruk dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Seperti yang telah terjadi beberapa hari lalu, dimana seorang emak emak berani melawan preman yang meminta pungli di objek wisata Pulau Cangkir, Kabupaten Tangerang. Bahkan peristiwa ini sempat direkam dan menjadi viral.

Emak-emak melawan aksi pungli yang dilakukan orang denganmengatasnamakan ormas di Pulau Cangkir
Emak-emak melawan aksi pungli yang dilakukan orang dengan mengatas namakan ormas di Pulau Cangkir

Alfahrizal, ketum FDHI menyayangkan, kejadian tersebut terjadi di kawasan obyek wisata Pulau Cangkir. Menurutnya Pulau Cangkir selain menjadi objek wisata dengan keindahan pantainya juga merupakan objek wisata keagamaan.

“Pulau Cangkir selain menjadi obyek wisata karena keindahannya juga sekaligus menjadi objek wisata keagamaan, karena di pulau ini terdapat makam Waliyullah Pangeran Jaga Lautan Pulau Cangkir, putra dari Kanjeng Sultan Maulana Hasanudin tersebut, sangat di sayangkan kurangnya pengawasan pemerintah setempat, hingga banyak pengunjung yang datang merasakan keresahan, selain banyaknya sampah juga banyak oknum pelaku pungli, preman berkedok “ORMAS”.

“Beredarnya video tersebut di publik, merupakan tamparan bagi para pengayom masyarakat, harus segera melakukan tindakan agar kembali tak terulang”
Ucap ketua FDHI.

” Jalas itu masuk pelanggaran dalam KUHP, pelakunya dapat di tuntut pasal 368 ayat (1) dengan sangsi pidana paling lama 9 bulan, jo pasal 423 dengan saksi penjara paling lama 6 tahun apabila ditemukan ada pejabat yang terlibat, untuk itu mari kita sama-sama belajar untuk berani mengambil sikap agar kejadian pungutan liar dimanapun berada tidak terjadi kembali”, tutup Alfahrizal HA, SH ketua Forum Diskusi Hukum Indonesia. (red)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Contact Us

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x