Ternak Belatung, Bisa Jadi Solusi Meningkatkan Ekonomi Warga Tangsel

TANGSELPOS.com. Bagi Sobat Tangsel yang saat ini ingin membuka usaha namun masih bingung mau usaha apa, saat ini ada salah-satu usaha yang hanya membutuhkan modal sedikit namun memiliki prospek yang cukup baik, yaitu budidaya belatung.

Belatung, larva lalat BSF

Belatung yang dibudidayakan bukan sembarang belatung, belatung ini dihasilkan dari larva lalat hitam besar menyerupai tawon (Black Soldier Fly ) atau lebih dikenal dengan sebutan Maggot BSF.

Menurut Adit salah seorang pengembang budidaya Maggot, Lalat BSF bisa dibeli selanjutnya dipelihara sampai bertelur. Telur telur inilah yang ditetaskan hingga menjadi larva.

Budidaya maggot saat ini cukup prospek, magot yang masih segar biasanya dijual kisaran Rp. 5.000 sampai Rp. 7.000 /kg. Magot biasa digunakan sebagai pakan lele atau ternak.

Kelebihan budidaya maggot, waktu panen relatif cepat, maggot bisa dipanen saat larva sudah berusia 10 sampai 24 hari berukuran 15 mm sampai dengan 20 mm sebelum menjadi pupa.

Modal utama beternak Maggot yaitu memiliki tempat. Tempat tidak harus besar, yang penting ada ruangan yang berfungsi sebagai tempat lalat BSF menetaskan telurnya dan satu tempat untuk meletakan telur-telur lalat sampai menetas hingga menjadi larva.

Tempat menetaskan telur magot sampai menjadi larva

Tempat untuk menetaskan telur berupa ruangan seperti kamar dengan ditutup rapat memggunakan kelambu dengan ukuran sekitar 3×3 meter sudah cukup. Sedangkan tempat untuk menetaskan telur berbentuk bak-bak yang dibatasi tanggul semen berbentuk kotak dengan ukuran sekitar 2 x 2 meter.

Banyaknya kotakan tergantung seberapa banyak target magot yang ingin dicapai, tentunya semakin banyak magot yang dihasilkan juga semakin luas juga lahan dan sumber daya manusia yang dibutuhkan.

pakan magot berasal dari limbah sampah organik

Yang membuat usaha ternak maggot begitu menggiurkan, pakan untuk larva diambil dari sampah sampah pasar organik, seperti bekas bekas buah-buahan dan sayuran yang sudah dibuang dipasar-pasar. Bayangkan jika di Kota Tangerang Selatan saja, ada 5 pasar besar, belum lagi sampah organik dari cafe dan restoran, tentunya usaha ternak maggot bisa menjadi salah satu sektor usaha masyarakat guna peningkatan ekonomi rakyat.

Coba bandingkan dengan kalau bertani menaman padi, beras, beras dengan harga 1 kg antara 8500 sampai dengan 11.000, kita harus membajak sawah, membeli bibit, pupuk, belum lagi mengatur pengairan dan serangan hama, namun dengan beternak maggot, hanya dengan memanfaatkan limbah sampah organik di Kota Tangerang Selatan yang melimpah ruah kita bisa mendapatkan 1 kg maggot dengan harga 5000 sampai 7000 rupiah. Menarik bukan?

1 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Contact Us

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x