Hati-hati !, Melintasi Jalan Raya Serpong Dari BRIN Sampai Prumpung, Banyak Lubang.

TANGSELPOS.com – Jalan Raya Serpong antara BRIN sampai perempatan Pasar Prumpung banyak terdapat lubang. Kedalaman dan lebar lubang bervariasi kondisi ini sangat membahayakan terutama bagi pengendara motor yang melintas pada malam hari.

Pengendara sepeda motor dari arah Bogor yang menuju ke Serpong atau dari arah sebaliknya harus berhati hati setidaknya ada tiga titik lokasi jalan rusak dan puluhan lubang yang tersebar di sepanjang jalan ini.

Dari arah perempatan Pasar Prumpung tepatnya di depan Masjid Al Itihad kerusakan jalan sepanjang kurang lebih 50 meter dengan terdapat lubang lubang dengan kedalaman 20-30 cm. Setiap pagi dan sore selalu menimbulkan kemacetan, tidak adanya saluran penampung air menyebabkan jalan rusak ini digenangi air jika hujan.

Kondisi jalan rusak di depan Masjid Al It’tihad

Titik lokasi jalan rusak selanjutnya di Kebon Enam, rusaknya separuh badan jalan menyebabkan pengendara sering berebut untuk mengambil badan jalan yang tidak rusak dan ini sangat membahayakan kendaraan yang melintas dari arah berlawanan.

Kerusakan jalan di Kebon Enam

Titik lokasi kerusakan jalan yang ketiga berada tepat di depan kawasan Bisnis Teknologi BRIN.

Kerusakan Jalan sampai kawasan Bisnis Teknologi BRIN

Jalan Raya Serpong merupakan akses penting bagi warga Bogor dan Tangsel. Warga Bogor banyak yang bekerja melakukan aktifitas ekonominya di Tangsel begitupun sebaliknya.

Jalan ini begitu penting karena menghubungkan dua propinsi Banten dan Jawa Barat.

Lubang lubang yang tersebar sepanjang jalan

Dilihat dari status dan lokasi rusaknya jalan ini berada di wilayah administratif Kabupaten Bogor Propinsi Jawa Barat.

Sebagai sarana publik, Penyelenggara jalan dalam hal ini pemerintah bertanggung jawab terhadap kerusakan jalan, bahkan bisa mendapatkan sangsi pidana jika dari kerusakan jalan tersebut sampai menimbulkan korban

Amanat itu tertuang dalam pasal 24 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Pada ayat (2) pasal tersebut turut memperingatkan pemerintah agar memberikan tanda atau rambu di jalan rusak yang belum dapat diperbaiki.

Melalui Dinas Bina Marga dan Tata Ruang, Pemerintah Jawa Barat telah melakukan upaya dengan membuat tanda dan mengurug bagian bagian yang rusak dengan batu-batu kali. Namun karena jalan ini dilalui kendaraan truk-truk besar dengan bobot lebih dari 10 Ton, maka urugan urugan batu tersebut tetap ambles tidak mampu menahan beban kendaraan.

Upaya pemerintah dengan memberikan tanda

Jalan adalah sarana vital yang dibutuhkan masyarkat dalam melangsungkan aktivitas perekonomiannya sehari-hari.  Kondisi jalan yang bagus dengan dilengkapi marka jalan membuat waktu tempuh perjalanan menjadi lebih cepat dan mengurangi terjadinya kecelakaan.

Sering digunakan parkir truk truk besar

Jalan yang bagus akan meningkatkan perekonomian dan investasi suatu daerah. Pengembang property akan melihat lahan kawasan sebagai hunian yang dekat dengan akses jalan yang baik. Jalan bagus akan menaikan nilai jual property. Semakin tumbuh property maka akan tumbuh juga usaha penunjang lainnya dan tentunya ini akan meningkatan Penghasilan Daerah. Apalagi wilayah Gunung Sindur Prumpung dan sekitarnya terletak bersebelahan dengan Kota Tangerang Selatan.

Dr. RM. Petrus Natalivan Indradjati ST. MT., dari Kelompok Keahlian Perencanaan dan Perancangan Kota, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB dalam sebuah acara Talkshow mengatakan bahwa

“Ada ahli yang mengatakan begini, melihat kota bagus atau tidak lihatlah kehidupan di jalan-jalannya. Jadi kalau di jalan-jalannya tidak karuan, maka kota itu sebetulnya gak karuan, artinya adalah jalan itu bukan merepresentasikan sistem transportasi saja tapi juga kehidupan sosial ekonomi kota itu sebenarnya,” ungkapnya. (tgh).

5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Contact Us

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x