Unggahan Berita Pelecehan Terhadap Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa

Publik dikejutkan oleh berita bahagia dari sang Pesulap, Presenter dan Podcaster Deddy Corbuzier yang telah melangsungkan pernikahan dengan sang kekasih Sabrina Chairunnisa pada Senin 6 Juni 2022.

Pernikahan Deddy dan Shabrina dilangsungkan di Fairmont Hotel Jakarta secara tertutup karena hanya dihadiri oleh keluarga dan teman-teman terdekat.  Adapun Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono dan Jaksa Agung ST Burhanuddin yang turut hadir menjadi saksi pada saat Ijab Kabul pernikahan Deddy dan Sabrina. Ulama Gus Miftah juga turut hadir untuk memimpin doa.

Berita Tidak Pantas dari Media HerStory

Meskipun Pernikahan ini tidak mengundang satupun pihak media, Deddy dan Sabrina masih mendapatkan berita yang sangat tidak pantas. Berita yang sudah di takedown tersebut berjudul “ Bongkar Urusan Ranjang, Deddy Corbuzier Suami ‘Anyar’ Sabrina Gak Bisa Setop Sampai Benar-Benar Puas, Hmm..” yang diunggah pada 9 Juni dan “Gak Kalah Dengan Sang ‘Gladiator’, Deddy Corbuzier Akui Bikin Sabrina Chairunnisa Sampai Puas Hingga Bocorkan Ciuman Pertama, Wadaw..”.

Berita tersebut langsung mendapat perhatian dari Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa secara langsung setelah mereka mengunggah di akun instagram pribadi masing-masing terkait tanggapan mereka akan pemberitaan tersebut. Deddy pun geram karena berita ini sangat melecehkan perempuan, ia juga mengaku tidak pernah mengeluarkan statement dan diwawancarai secara langsung oleh pihak media tersebut atau media manapun.

“Saya tidak pernah diwawancara media nya.. Tidak Pernah sebut nama Sabrina apalagi urusan ranjang dll.. Mungkin yang nulis judul ambil wawancara saya sana sini.. Di sambung..” Ujar Deddy di unggahan akun instagram pribadinya.

Deddy juga menyayangkan karena HerStory adalah sebuah media mengenai perempuan dan menjunjung nilai perempuan. “Making news like this is just showing ur self bahwa kalian TIDAK BISA menghargai wanita.. Jadi jangan pakai kata Her.” Tambahnya

Permintaan Maaf dari Pihak HerStory

Pihak HerStory pun mengunggah statement permintaan maafnya kepada publik di official website nya dan di akun instagram pribadinya. “Kami menyadari bahwa pemberitaan tersebut telah melanggar nilai-nilai perempuan yang kami junjung selama ini. Kami tidak bermaksud dan berniat untuk menjatuhkan perempuan terkait pemberitaan tersebut.” Ujarnya.

Pihak HerStory mengakui bahwa judul dan isi pemberitaan tersebut sepenuhnya adalah kesalahan pihak tim redaksi dan telah memberikan teguran kepada anggota redaksi yang melakukan pelanggaran tersebut dan sudah menghapus artikel-artikel terkait Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa. “Persoalan ini juga menjadi pelajaran penting bagi kami untuk kedepannya lebih berkomitmen memperbaiki kualitas pemberitaan serta mengedepankan artikel yang berimbang” Ujarnya.

Penyalahgunaan Kode Etik Jurnalistik

Sejak diresmikannya UU No 40 Tahun 1999 yang menjelaskan tentang kebebasan pers, mulai banyak penerbitan baru yang muncul dengan berbagai jenis berita sampai saat ini. Tetapi peningkatan komunitas media ini belum diimbangi oleh kualitas jurnalisme yang baik.

Menurut Hutagalung (2013), “Tampaknya Media di Indonesia masih terbius dengan euforia kebebasannya dan memilih untuk kepentingan komersial yang mengutamakan keuntungan dimana aspek kriminalitas, gossip, seks mengandung nilai pasar yang tinggi.

Saking bebasnya sampai lupa untuk mengedepankan prinsip-prinsip jurnalistik melalui pilihan kata yang tidak etis, data yang kurang akurat, isinya hanya sensasi, berita bohong dan lain-lain. Hal ini dapat menjadi pembelajaran untuk semua pihak Pers di Indonesia bahwa kebebasan Pers telah dijamin di UU No 40 Tahun 99.

Namun Pers tetap harus memiliki tanggung jawab sosial yang artinya kegiatan pers harus menghormati hak setiap orang dan bertanggung jawab kepada publik. Pihak HerStory jelas-jelas sudah menyalahgunakan kode etik jurnalistik  yaitu Pasal 3 mengenai Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis dan cabul.

Saya mengerti bahwa setiap perusahaan media pastinya berlomba-lomba untuk menyajikan berita ter-update, namun berita yang disajikan harus tetap berpegang teguh kepada prinsip-prinsip jurnalistik. Jangan sampai dengan riset yang tidak lengkap dan menyeluruh, pihak redaksi suatu perusahaan media tetap ingin mengunggah sebuah berita hanya karena ingin menjadi perusahaan yang selalu menyajikan berita terbaru.

Penulis: Kristia Syanita Krishnahari, mahasiswa Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta yang sedang menempuh studi S1 Ilmu Komunikasi.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Contact Us

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x