Citra Polisi Sekarang Adalah Wajah Masyarakat Kita Saat Ini

TANGSELPOS.com – Polisi merupakan kelompok sosial yang juga menjadi bagian dari masyarakat. Aggota polisi juga warga masyarakat, ada beberapa aspek yang membuat perbedaan anggota polisi dengan warga masyarakat pada umumnya yaitu anggota polisi memiliki fungsi sebagai penindak dan pemelihara kedamaian ditengah masyarakat.

Menurut pakar ahli kepolisian dunia J. Skolnick (1966), Ada dua unsur yang mempengaruhi tugas polisi, yaitu unsur bahaya dan unsur kewenangan, Unsur bahaya membentuk sifat polisi selalu curiga, sedang unsur kewenangan jika tidak di sertai mentalitas yang baik akan berubah menjadi kesewenang-wenangan.

Menjadi anggota polisi tidaklah mudah, dalam menjalankan tugasnya polisi selain sebagai pengayom masyarakat juga berfungsi sebagai penegak hukum. Kedua fungsi ini membuat Polisi akan selalu di hadapkan digarda terdepan menghadapi masyarakat.

Masyarakat yang terdiri dari kumpulan manusia cenderung memiliki sifat dasar tidak mau diatur dan ingin bebas, sedangkan salah satu tugas polisi adalah membatasi kebebasan manusia dan dilindungi oleh undang-undang. Wajar saja jika polisi akan selalu berbenturan, dan tidak disukai oleh masyarakat.

Kita marah saat kita ditegur karena tidak memakai helm, kita dongkol saat izin acara pertunjukan yang kita gelar dibatalkan oleh polisi, kita marah saat kendaraan yang kita parkir sembarangan ditilang polisi. Semakin bisa kita pahami sekarang, apabila kita mau melihat citra polisi, kitapun dapat melihat bagaimana kondisi masyarakat kita hari ini. Pada dasarnya, polisi hanya bagai kaca cermin yang memantulkan wajah-wajah masyarakatnya.

Kalau kita berani Jujur dan arif, tidak akan gegabah menilai polisi brengsek, polisi jahat, dan lain sebagainya. Keluhan masyarakat harus dikembalikan dulu pada dirinya. Kita lebih suka memberi uang damai ke polisi di jalan saat terkena tilang, kemudian kita cerita ke teman-teman “Ah..kasih aja 50 ribu dari pada buang-buang waktu ikut sidang”. Sudah menjadi rahasia umum kita lebih suka bayar calo bikin SIM daripada ikut tes mengikuti prosedur yang benar. Berapa banyak orang tua yang rela jual-jual sawah menyuap oknum polisi terkait demi bisa memasukan anaknya menjadi taruna kepolisian.

Menurut Ahli kepolisian Amerika Serikat, Walter Hartinger dalam bukunya Police and The Community in Transition, Seandainya kita melihat Masyarakat semrawut tak disiplin, jangan tergesa-gesa menilai polisinya jelek, tapi bisa jadi memang begitulah keadaan masyarakatnya.

Sebagai masyarakat kita berharap banyak terhadap kinerja polisi yang lebih baik, professional dan berintegritas sesuai dengan Visi Misi POLRI, namum Polisi juga manusia yang perkembangan mentalitasnya sangat dipengaruhi oleh kehidupanya, karyanya dan hubungan manusia yang satu dengan manusia lainya. (Kluckhon). Kita sebagai masyarakat ikut andil dalam mewujudkan Kepolisian yang lebih baik Perlu keberanian dan kejujuran untuk memulai menjadi masyarakat yang sadar hukum dan taat hukum. Masyarakat yang sadar dan taat hukum akan melahirkan polisi yang baik.

Sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat, polisi akan selalu disorot dan dikritik, banyaknya kritikan ditujukan bukan karena masyarakat benci kepada polisi namun masyarakat mendambakan sosok polisi yang bisa melindungi, mengayomi, menegakan hukum seadil-adilnya tanpa pandang bulu. (red)

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Contact Us

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x